Saturday, 7 March 2015 0 komentar

DUKUNG FATWA MUI : KORUPTOR HUKUM MATI

MUI: Hukum Mati Koruptor
UU Tipikor Memungkinkan

JAKARTA- Hukuman bagi koruptor selama ini tak mendatangkan efek jera. Karena itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) merekomendasikan agar pelaku korupsi dihukum mati.
Rekomendasi itu disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI di Hotel Twin Plasa, Jakarta, Sabtu (14/9). Selain mendorong pemberlakuan hukuman paling berat itu, MUI juga mengusulkan agar terpidana korupsi dihukum kerja sosial. ”MUI mendorong majelis hakim pengadilan tipikor menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada koruptor kakap, bahkan hukuman mati.
MUI juga merekomendasikan kerja sosial, selain pidana penjara. Mereka juga harus membersihkan fasilitas publik, seperti pasar, terminal, lapangan, panti asuhan, dan sebagainya untuk memberi efek jera dan mencegah masyarakat agar tidak mengikuti jejak para koruptor,” kata Ketua MUI Amidhan saat membacakan rekomendasi.
Menurut Amidhan, begitu besar desakan masyarakat kepada MUI agar mengeluarkan seruan supaya koruptor mendapat hukuman yang memberi efek jera, mengingat kejahatan korupsi demikian masif di negeri ini.
”Masyarakat menilai selama ini para koruptor tetap bisa hidup nyaman di tahanan, karena bisa membeli fasilitas dari oknum-oknum di penjara, sehingga tidak ada efek jera,” kata dia. Amidhan juga mengatakan, MUI mendorong agar majelis hakim konsisten menetapkan putusan untuk menyita seluruh harta hasil korupsi.
Sebelum ini, usulan hukuman mati bagi koruptor sebenarnya telah disampaikan sejumlah lembaga dan aktivis antikorupsi. Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama, tahun lalu, menyampaikan fatwa serupa. Sekjen PBNU Marsudi Syuhud saat itu mengatakan, usulan tersebut merupakan masukan warga nahdliyyin di tingkat ranting. Menurutnya, para pelaku korupsi cenderung tidak punya rasa malu lagi, bahkan tak jarang mencalonkan diri untuk meraih jabatan di pemerintahan.
Rekomendasi itu kemudian disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, hingga kini belum ada realisasi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sepakat dengan hukuman mati bagi koruptor. UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi memungkinkan penerapan hukuman itu. ”Hukuman mati dimungkinkan dalam Pasal 2 UU Tipikor,” kata Kepala Biro Humas KPK Johan Budi, Minggu (15/9).
Keadaan Tertentu
Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor menyebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.
Dalam ayat (2) disebutkan, dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan. Dalam penjelasan ayat (2) dinyatakan, yang dimaksud dengan ”keadaan tertentu” yakni apabila tindak pidana tersebut dilakukan pada waktu negara dalam keadaan bahaya sesuai dengan undang-undang yang berlaku, pada waktu terjadi bencana alam nasional, pengulangan tindak pidana korupsi, atau pada waktu negara dalam keadaan krisis ekonomi dan moneter. Soal rekomendasi MUI, Johan mengatakan, itu terkait dengan domain atau sudut pandang agama, sedangkan KPK berada dalam domain hukum positif.
”Semua agama, termasuk Islam, mengharamkan korupsi. Kami memandang akan sejalan (dengan usulan itu),” ujarnya. Dia menambahkan, KPK siap menerapkan hukuman mati bagi terdakwa kasus korupsi, asal memenuhi unsur yang diatur dalam UU. ”Jika memenuhi unsur-unsur dalam pasal tersebut, tentu KPK akan menggunakan.
Namun sejauh ini belum ada,” kata Johan. Sekretaris Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Semarang Eko Haryanto mendukung rekomendasi MUI. ”Rekomendasi seperti itu bagus dan seharusnya segera dimasukkan ke dalam undang-undang pemberantasan korupsi. Terpidana korupsi bisa dihukum menjadi tukang sapu di jalan raya, dengan baju narapidana korupsi. Biar masyarakat tahu dan koruptor itu malu,” tandas Eko.
Menurutnya, hukuman untuk koruptor sejauh ini sama sekali tidak memberikan efek jera. ”Bagaimana mau jera? Tindak pidana yang dilakukan luar biasa, tapi dihukum seperti maling biasa saja. Itu pun di penjara masih mendapat fasilitas lebih dibanding narapidana kasus lain,” ujarnya. (F4,J13,H89-59)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewathttp://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerryhttp://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad


http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/09/16/236947/MUI-Hukum-Mati-Koruptor
0 komentar

CURHAT FILSAFAT DAN AGAMA

HAM (hak asasi manusia) kebanyakan harus diutamakan daripada HAM (hak asasi manusia) perorangan, bukankah kami rakyat banyak juga mempunyai HAM?? Kami meminta HAM kami, menumpas satu orang Koruptor akan memberikan efek jera kepada para Pejabat, agar mereka bekerja dengan benar-benar untuk kepentingan rakyat dan bukan untuk kepentingan pribadi, orang akan berpikir ribuan kali untuk mencalonkan diri menjadi pejabat. Pejabat, hanya orang baik dan kompetens yang akan menempati kursi Pejabat dan pemimpin, dan pemerintahan akan maju
#hidup Indonesia Raya

orang awam n biasa tak terlalu mempermasalahkan agama, asal orang itu baik, tidak menganggu.
Yang jadi masalah jadi orang yang mengganggu keamanan n meresahkan masyarakat.
Saat orang berbuat baik, orang tidak pernah bertanya apa agamanya.
masyarakat hanya berpikir masalah bagaimana untuk makan, kerja, berbuat baik, hidup untuk lebih baik walau kita tak bisa juga menafikan sisi spiritualitas.
Cerminkanlah dengan perbuatan baik dan manusiawi, membantu sesama, bukan dengan kekerasan, n kebodohan.


ketika Islam hanya sebagai KTP, dan hanya sebuah status dan nama, pengamalannya NOL besar. Dan negara tidak mencerminkan keislamannya, korupsi, kolusi, nepotisme dsb.
disana kadang saya merasa sedih

melihat keadaan Indonesia kacau, dan kalah dari negara lain.
agama Islam dilecehkan dan kalah dalam sains dengan dunia barat.
melihat pergaulan bebas anak-anak muda.
disana kadang saya merasa sedih

kalian boleh berbuat dosa, asalkan dengan syarat :
1. jangan memakai media dari Alloh, seperti tangan, mulut, kaki, perut dari Alloh. dan makan nikmat dari Alloh.
2. jangan tinggal di bumi Alloh, dunia ini
3. jika malaikat datang, katakan pada dia untuk menunggu 1 hari lagi
4. jangan memakai energi yang diberikan oleh Alloh SWT
5. jika kalian masuk neraka, bilang sama Tuhan jika kalian ingin masuk surga?
apakah kalian bisa memenuhi semua syarat itu? jika bisa silahkan kalian berbuat dosa

aku sempat berpikir, filsafat transendensi mulla sadra yang disebut hikmah paling atas dan sempurna itu yg menggabungkan filsafat, tasawuf, Alqur'an dsb. Tidak benar-benar sempurna justru karna terlalu sempurna jadi tidak sempurna.
aku juga sempat berpikir, dengan sempurna itu justru tidak sempurna, karna sesuatu dikatakan sempurna jika ada kebaikan n keburukan dan saling stabil,.. tapi apakah dua yang berlawanan akan saling berhubungan antara kebaikan dan keburukan itu.. aku lebih tertarik dengan teori gradasi, bahwa kebaikan/islam dam kafir itu tergantung gradasi, Tuhan maha bijaksana lebih tahu mana yang masuk surga n tidak.

Aku sempat berpikir bahwa orang Barat, Kristen itu lebih diberkahi oleh Tuhan, seperti perkataan Imam Chumaeni "aku melihat Tuhan tersenyum di Gereja itu".
Kenapa aku bilang Barat/Erops lebih diberkahi Tuhan walau bukan Islam? Nyatanya, amalan dalam Al-Qur'an banyak di amalkan disana seperti menjaga kebersihan, memanusiakan manusia. Apakah Tuhan sedang meninggalkan umat Islam karna perilaku umat Islam itu sendiri smile emoticon
?#?perlu? direnungkan

Setelah saya menonton film "OH MY GOD" . Apakah Tuhan mempunyai hak cipta, seperti kitab Bhagabat Gita itu hak cipta Tuhan hindu, Kitab Al-Qur'an hak cipta Tuhan Islam, Bible hak cipta Tuhan kristen, dan kita tidak boleh seenaknya mengakui, apakah ada banyak Tuhan, atau mungkin Tuhan kita sama hanya berbeda menurunkan Rasul dan syariah/hukum disetiap daerah seperti Khrisna, Muhammad, Isa, Budha dsb


Ada hal-hal sensitif yang malas untuk saya bahas :
1. Uang
2. Agama
3. Cinta
4. Kekuasaan
Karna ketiganya kadang membuat orang lupa siapa dirinya sebenarnya n bisa berbuat nekat?? grin emoticon
Karna kalau logika udah mentok dan kehalang, paling yang maen emosi dan kasar wkwk

saya paling gak suka, kalau sesuatu itu buruk sebut saja buruk walau itu Islam, kalau baik sebut saja baik.. koq ditutup-tutupin? ini yang tidak disebut dengan objektif, giliran Islam di junjung-junjung, orang Kafir di hujat-hujat, menurut saya gak fair, kita ambil sisi baik disemua sisi, semuanya memiliki sifat sisi negatif dan positif

saya lebih suka dengan filsafat yang membumi (untuk kepentingan dunia, masyarakat lalu akhirat), ketimbang filsafat yang melangit (akhirat, maad, Tuhan).
?#?subjektif?
0 komentar

KEMENAG : SIKAPI KONFLIK SUNNI SYIAH DENGAN ARIF

“Kita harus menyikapi fenomena ini dengan arif. Jangan sampai kita diadu dan dibenturkan dengan saudara sesama Muslim,” harap Menag saat ditemui usai menjadi Narasumber pada Mudzakarah Perhajian, Jakarta, Kamis (26/02).

Menurutnya, pertentangan yang terjadi di Timur Tengah sungguh memprihatinkan. Pasalnya, umat, dengan syahadat yang sama dan Muhammad sebagai Rasulnya, karena berbeda faham justru saling menumpahkan darah. “Jika kita salah sikap, pertumpahan darah itu, berpeluang terjadi di negeri tercinta ini,” tuturnya.

Menag sadar bahwa Indonesia memang tidak bisa disamakan dengan negara-negara di Timur Tengah, karena mempunyai dasar negara yang berbeda. Namun demikian, lanjut Menag, apakah perbedaan itu harus dilanjutkan dengan saling mengkafir-kafirkan, lalu saling membunuh?

“Hal ini perlu kita sikapi bersama. Kami membutuhkan masukan dan arahan para ulama, agar apa yang terjadi di Timur Tengah, tidak terjadi di Indonesia,” harapnya. (G-penk/mkd/mkd)

link http://kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=242011

-humas kemenag-
Twitter @kemenag_ri
Like
Comment
Share


#belajar suatu ilmu berasal dari asli orangnya lebih afdol/ utama :)
0 komentar

KEMENAG : TOLERANSI

TOLERANSI : LPM SPS harus melihat fenomena persoalan dan dinamika keagamaan yang saat ini berkembang bisa lebih objektif. Hal tersebut disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ketika menerima Pengurus Besar (PB) HMI di ruang kerjanya, jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, Jakarta, Selasa (17/2).

“Saya percaya, pemahaman keagamaan teman-teman HMI yang berbasis akademik, bisa menjaga toleransi,” kata Menag.

Menag yang didampingi Sesditjen Pendis Ishom Yusqi, Kapus Pinmas Rudi Subiyantoro, dan Sekretaris Menteri Agama Khairul Huda menanggapi berbagai persoalan yang disampaikan Ketum PB HMI M Arief Rosyid terkait seperti RUU PUB, UU PKH, dan juga persoalan keagamaan yang sedang berkembang di masyarakat.

Terkait RUU PUB, Menag menjelaskan saat ini RUU tersebut sedang dalam penggodokan, dan targetnya bulan April Tahun 2015 ini sudah cukup layak dipublish ke luar.

“Sekarang masih dalam tahap menyempurnakan pasal, ayat dan naskah akademik yang menyangkut tinjauan sosiologis, filosofis dan yuridis. Intinya, RUU PUB ini nantinya dapat menjamin hak-hak beragama di negara ini,” jelas Menag.

Dikatakan Menag, saat ini peristiwa atau fenomena penistaan agama, penodaan agama, tidak jelas, masing-masing kita punya persepsi sendiri-sendiri.

Menag mencontohkan, semisal ada spanduk “Warga Ragunan menolak Wahabi”. Apakah itu dikategorikan penistaan? Terkait hal itu, Menag mengatakan masih banyak dan beragam persepsi diantara kita bahkan aparat hukum juga tidak bisa bertindak tegas karena tidak ada landasan hukumnya.

“Dalam konteks inilah, RUU PUB lahir untuk mengatur hal-hal seperti itu,” ujar Menag.

Menanggapi persoalan kerukunan di Indonesia khususnya Syiah-Sunni, Menag berharap kader-kader HMI mempunyai kajian keislaman, dan sebagai representatif muslim harus bisa melihat fenomena ini lebih objektif, kenapa ada fenomena seperti ini.

Dahulu saat menuntut ilmu di pondok pesantren, Menag berkisah, ia diajari oleh gurunya, bahwa selama seseorang itu bersyahadat, Allah Tuhannya, percaya Nabi Muhammad itu Rasul Allah, dan percaya pada hari kiamat“ dia itu muslim, dia mukmin.

“Ini serius, bagaimana cara kita ditengah keragaman bisa tetap rukun, saling toleransi, dan teposeliro” tandas Menag.
Sunday, 15 February 2015 0 komentar

islam kiri atau islam kana itu terserah anda

Ntahlah, apakah ini yang disebut cinta, kagum, suka, tertarik, merasa menemukan kesamaan, menemukan belahan jiwa, menemukan suatu hal yang ideal n di sukai. Ntahlah, aku tidak bisa membedakannya. Cinta itu seharusnya tidak bertepuk sebelah tangan, jika begitu berarti bukan cinta smile emoticon. Jika cinta, keduanya seharusnya berusaha saling mencintai dan memahami
kebenaran memang relatife, aku tidak hanya mencari kebenaran saja tapi kesejahteraan bagi seluruh rakyat juga smile emoticon... kadang aku ingin menggabungkan dua sisi mata uang filsafat timur yang lebih metafisik, spiritual, mencari kebenaran sejati dan puncak kebahagiaan, lebih ke ghaiban dan akhirat, dan juga filsafat barat yang lebih materialistist , untuk kesejahteraan bagi seluruh rakyat, dan sistem yang tertata, rapih, bebas dari korupsi, banjir, kemiskinan, lapangan pekerjaan dll? Apakah sebagai seorang muslim kita diharamkan untuk kaya dan membantu sesama? seharusnya sistem itu menyangkut keduanya, untuk membangun peradaban yang lebih manusiawi dan ilahiah.
Terkadang aku bosan mendengar kata-kata agama , dan Islam... sepertinya kedua kata ini setiap hari melewati kuping saya hahahah
terus setelah kita mendapatkan kebenaran? apakah kita akan habiskan waktu kita untuk beribadah dan mengurusi agama saja? padahal hidup bukan melulu masalah agama, tapi kerja juga, bersosialisasi juga, membuat tatanan masyarakat juga, makan juga, hidup bukan melulu masalah agama
Apakah filsafat Islam tidak bicara tentang korupsi? tentang tatanan n akhlak masyarakat? tentang falsafah hidup yang dipegang masyarakat? tentang banjir? tentang pencurian? tentang perilaku Anak muda? tentang sistem dan tatanan masyarakat? tentang kebersihan? tentang kemiskinan?
Apakah filsafat Islam hanya bicara tentang Tuhan? tentang kiamat? tentang Yaumul Ba'ast? tentang Mukjizat? saja? apakah filsafat Islam hanya bicara aqidah dan akhirat saja?
Apakah filsafat Islam tidak ada kontribusinya dalam keduniawian? kenapa begitu ortodoks n apatis sekali terhadap dunia? memang akhirat lebih penting, tapi apakah tidak ada sedikit kontribusinya??? seperti filsafat Barat
Seharusnya orang kaya memberi kepada orang miskin dan merasa qanaah dan cukup dengan yang mereka punya, orang miskin berusaha n bekerja untuk merubah hidupnya agar hidup lebih baik, maka akan terjadi keseimbangan ekonomi, sosial, yang paling membutuhkan tasawuf dan irfan itu sebenarnya orang kaya, pejabat, koruptor, bagi orang miskin tak diwajibkan belajar. Walau pengetahuan harus tahu juga... setiap orang seharusnya diwajibkan belajar filsafat di sekolah-sekolah dasar seperti yang dilakukan di Amerika, Iran, agar mereka dibiasakan bekerja dan berbuat bukan karna dogmatis, ajaran-ajaran yg ditelan bulat-bulat, dan latah dengan istilah n kemajuan yg ada zaman sekarang, tanpa tahu hakikat, manfaat, dan kenapa melakukan seperti itu. Khususnya di Indonesia, menurut Penelitian banyak orang yang terlalu fokus pada ekonomi, apalagi di Jakarta. Tapi, cuek dengan keadaan sekitar seperti alam, banjir dsb. Kurangnya merasa memiliki, gotong royong dan gengsi, dan mengabaikan sisi-sisi kemanusiaan dan sosial. Masalah banjir yang tidak pernah beres di kota-kota besar contohnya, padahal menurut saya masalah banjir mudah jika kita mengikuti sistem yag telah diberlakukan negara maju lainnya. Kenapa harus di persuit jika bisa di permudah. Albert Einsten mengatakan "jika kita tidak bisa menjelaskan dengan sederhana, berarti kita belum paham dengan benar". Seperti halnya hidup ini, semakin kita paham hakikat hidup, maka hidup ini akan dipahami dengan sederhana dan bijak.
Apakah filsafat perlu? saya kira perlu? tapi bukan hanya filsafat agama?? kita lupa bahwa negara yang besar seperti Amerika, Iran dsb mempunyai banyak pemikir-pemikir dan teori2 seperti pragmatisme, kapitalisme, sosialisme, komunisme, wilayatulfaqih yang setiap waktu diperbaharui dengan semangat zaman dan agama dll. Jangan sampai kita terbawa arus zaman dan lingkungan, dan melupakan tujuan pertama kita ke dunia, "Orang yang mengetahui darimana dia, sedang dimana dia, dan akan kemana dia, hidup orang itu akan bijaksana, diberkati dan teratur?" . Bersambung....
Tuhan itu senang menguji, Tuhan yang melahirkan kita kedunia dalam dunia yang sengsara ini, Tuhan juga yang menguji kita dan menyuruh kita untuk kembali kepada-Nya dan surga, dan memberi maya-maya untuk mengganggu manusia agar tidak sampai kepada-Nya, menguji manusia dengan harta, tahta, wanita, keluarga. Agar jiwanya bersih dari nafsu-nafsu dan sampai kepada maqom nafsulmutmainnah, dimana jiwa dalam damai tanpa ada rasa sakit, derita, bahagia, marah, sengsara, takut, berani dll. Tuhan senang menguji agar mahluknya mengingat kepada-Nya yang menciptakannya,... Seperti halnya melempar jala ke lautan, tapi hanya sedikit ikan yang dapat, seperti juga Tuhan memberikan rahmatnya kepada semua orang didunia ini. Tapi, sebagian orang saja yang bisa terbebas dari hawa nafsu, kama (cinta), Bakti, Dharma, bahagia n sengsara dan menghilangkan dari dukka (keinginan-keinginan yang membuat manusia sengsara). Tuhan itu aneh sekali menyuruh manusia melakukan tugas n syariat, dan syariatnya itu pun berbeda, syariat sebagai syarat untuk sampai kepada hal yang bathini... Tuhan itu aneh,.. squint emoticon
Allohummasalaamatan fiddini waafiyatan filjasadi wajiyadatan filmi wabarokatan firizqi, watabatan qoblalmaut warohmatan indal maut, wamagfirotan ba'dalmaut. Allohumma hawin alayna fisakaro filmaut, wanajjataa minannar, wal afwa indalhisab, robbanaa latujiglana minladunka rohmatan innaka antalwahhab. Robbana aatina fidunya hasanah wafilakhiroti hasanah waqina adaa bannar..
subhanaka robbilizzati ama yaa sifuun, wassalaamun alalmursalin, walhamdulilahirobil alaamin..
Ya Alloh selamatkan aku dalam agamaku, dan sehat dalam ragaku, dan tambahkan ilmuku, dan berkah dlm rizki, dan taubat sebelum mati, dan rahmat ketika mati, dan pengampunan setelah mati, dan mudahkan dlm sakaratulmaut, dan jauhkan dari neraka, dan pengampunan dalam hisab, ya alloh berikan kebaikan di dunia, dan akhirat ... Alloh yg maha besar, dan keselamatan untuk Rasul, segala puji bagi Alloh yg menguasai alam
?#?Do?'a kebaikan dunia akhirat
seperti yang saya tanyakan tadi, apakah setelah kita bertemu Tuhan dan suluk dan menemukan kebahagiaan sejati. so what?? mau apa selanjtnya? apakah akan tetap melangit dan mengawang-ngawang, atau mengajak orang agar sama dengan kita melakukan suluk dan mencapai kebahagiaan sejati bertemu Tuhan? atau kita turun ke bumi dan mengaplikasikan konsep filsafat kita kepada masyarakat luas agar lebih bijaksana n arif, n membantu permasalahan masyarakat seperti politik, sosial, ekonomi, budaya, agama, pendidikan, kemiskinan??... apakah kita akan menjelaskan kepada masyarakat apa itu wujud? mahiyah? tasawuf dan irfan? filsafat teoritis? atau lebih ke filsafat praktis??

0 komentar

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia


Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Broom icon.svg
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia disingkat ICMI adalah sebuah organisasi cendekiawan muslim di Indonesia.Kelahiran ICMI bukankah sebuah kebetulah sejarah belaka, tapi erat kaitannya dengan perkembangan global dan regional di luar dan di dalam negeri. Menjelang akhir dekade 1980-an dan awal dekade 1990-an, dunia ditandai dengan berakhirnya perang dingin dan konflik ideologi.

Seringin dengan itu semangat kebangkitan Islam di belahan dunia timur ditandai dengan tampilnya Islam sebagai ?ideologi peradaban? dunia dan kekuatan altenatif bagi perkembangan perabadan dunia. Bagi Barat, kebangkitan Islam ini menjadi masalah yang serius karena itu berarti hegemoni mereka terancam. Apa yang diproyeksikan sebagai konflik antar peradaban lahir dari perasaan Barat yang subyektif terhadap Islam sebagai kekuatan peradaban dunia yang sedang bangkit kembali sehingga mengancam dominasi peradaban Barat. Kebangkitan umat Islam ditunjang dengan adanya ledakan kaum terdidik (intelectual booming) yang di kalangan kelas menengah kaum santri Indonesia. Program dan kebijakan Orde Baru secara langsung maupun tidak langsung telah melahirkan generasi baru kaum santri yang terpelajar, modern, berwawasan kosmopolitan, berbudaya kelas menengah, serta mendapat tempat pada institusi-institusi modern. Pada akhirnya kaum santri dapat masuk ke jajaran birokrasi pemerintahan yang mulanya didominasi oleh ?kaum abangan? dan di beberapa tempat oleh non muslim. Posisi demikian jelas berpengaruh terhadap produk-produk kebijakan pemerintah.

Dengan kondisi yang membaik ini, maka pada dasa warsa 80-an mitos bahwa umat Islam Indonesia merupakan ?mayoritas tetapi secara teknikal minoritas? runtuh dengan sendirinya. Sementara itu, pendidikan berbangsa dan bernegara yang diterima kaum santri di luar dan di dalam kampus telah mematangkan mereka buka saja secara mental, tapi juga secara intelektual. Dari mereka itulah lahir critical mass yang responsif terhadap dinamika dan proses pembangunan yang sedang dijalankan dan juga telah memperkuat tradisi inteletual melalui pergumulan ide dan gagasan yang diekpresikan baik melalui forum seminar maupun tulisan di media cetak dan buku-buku. Seiring dengan itu juga terjadi perkembangan dan perubahan iklim politik yang makin kondusif bagi tumbuhnya saling pengertian antara umat Islam dengan komponen bangsa lainnya, termasuk yang berada di dalam birokrasi.

ICMI dibentuk pada tanggal 7 Desember 1990 di sebuah pertemuan kaum cendekiawan muslim di Kota Malang tanggal 6-8 Desember 1990. Di pertemuan itu juga dipilih Baharuddin Jusuf Habibie sebagai ketua ICMI yang pertama.

Kelahiran ICMI berawal dari diskusi kecil di bulan Februari 1990 di masjid kampus Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. Sekelompok mahasiswa merasa prihatin dengan kondiri umat Islam, terutama kadena ?berserakannya? keadaan cendekiawan muslim, sehingga menimbulkan polarisasi kepemimpinan di kalangan umat Islam. Masing-masing kelompok sibuk dengan kelompoknya sendiri, serta berjuang secara parsial sesuai dengan aliran dan profesi masing-masing.

Dari forum itu kemudian muncul gagasan untuk mengadakan simposium dengan tema ?Sumbangan Cendekiawan Muslim Menuju Era Tinggal Landas? yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 29 September ? 1 Oktober 1990. Mahasiswa Unibraw yang terdiri dari Erik Salman, Ali Mudakir, M. Zaenuri, Awang Surya dan M. Iqbal berkeliling menemui para pembicara, di antaranya Immaduddin Abdurrahim dan M. Dawam Rahardjo. Dari hasil pertemuan tersebut pemikiran mereka terus berkembang sampai muncul ide untuk membentuk wadah cendekiawan muslim yang berlingkup nasional. Kemudian para mahasiswa tersebut dengan diantar Imaduddin Abdurrahim, M. Dawam Rahardjo dan Syafi?i Anwar menghadap Menristek Prof. B.J. Habibie dan meminta dia untuk memimpin wadah cendekiawan muslim dalam lingkup nasional. Waktu itu B.J. Habibie menjawab, sebagai pribadi dia bersedia tapi sebagai menteri harus meminta izin dari Presiden Soeharto. Dia juga meminta agar pencalonannya dinyatakan secara resmi melalui surat dan diperkuat dengan dukungan secara tertulis dari kalangan cendekiawan muslim. Sebanyak 49 orang cendekiawan muslim menyetujui pencalonan B.J. Habibie untuk memimpin wadah cendekiawan muslim tersebut.

Pada tanggal 27 September 1990, dalam sebuah pertemuan di rumahnya, B.J. Habibie memberitahukan bahwa usulan sebagai pimpinan wadah cendekiawan muslim itu disetujui Presiden Soeharto. Dia juga mengusulkan agar wadah cendekiawan muslim itu diberi nama ?Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia?, disingkat ICMI.

Tanggal 28 September 1990, sejumlah cendekiawan muslim bertemu lagi dalam rangka persiapan simposium yang akan diselenggarakan bulan Desember. Pada tanggal 25-26 November 1990, sekitar 22 orang cendekiawan yang akan membentuk wadah baru berkumpul di Tawangmangu, Solo dalam rangka merumuskan beberapa usulan untuk GBHN 1993 dan pembangunan Jangka Panjang Tahap kedua 1993-2018 serta rancangan Program Kerja dan Struktur Organisasi ICMI.

Pelaksanaan simposium sempat terganggu oleh gugatan tentang rencana B.J. Habibie sebagai calon Ketua Umum ICMI karena dia sebagai birokrat. Kepemimpinannya dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap kebebasan para cendekiawan muslim. Tanggal 30 November ? 1 Desember, panitia secara khusus mengadakan rapat untuk menjawab isu negatif soal pemilihan Habibie. Dari pertemuan tersebut menghasilkan beberapa komitmen, pertama, berdirinya ICMI merupakan ungkapan syukur umat Islam yang mempu melahirkan sarjana dan cendekiawan. Kedua, untuk memimpin ICMI diperlukan tokoh cendekiawan muslim yang reputasi nasional dan internasinal serta dapat diterima oleh umat Islam, masyarakat Indonesia maupun pemerintah. Ketiga, hanya Unibraw ?salah satu wahana keilmuan- yang cukup pantas melahirkan organisasi itu, apalagi pemerkasanya adalah mahasiswa univeritas tersebut. Halangan juga sempat datang dari aparat keamanan setempat. Dalam rapat gabungan antara penyelenggara, pemda dan aparat keamanan di Surabaya, empat hari menjelang acara, aparat keamanan menyoal pembentukan organisasi tersebut. ICMI, kata mereka harus diwaspadai. Tapi Abdul Aziz Hosein yang menghadiri acara tersebut sebagai panitia penyelenggara mengatakan bagaimanapun ICMI akan terbentuk karena presiden sudah menyetujui dan AD/ART-nya sudah disusun.

Tanggal 7 Desember 1990 merupakan lembaran baru dalam sejarah umat Islam Indonesia di era Orde Baru, secara resmi Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dibentuk di Malang. Saat itu juga secara aklamasi disetujui kepemimpinan tunggal dan terpilih Bahharuddin Jusup Habibie sebagai Ketua Umum ICMI yang pertama. Dalam sambutannya dia mengatakan bahwa dengan berdirinya ICMI tidak berarti kita hanya memperhatikan umat Islam, tetapi mempunyai komitmen memperbaiki nasib seluruh bangsa Indonesia, karena itu juga merupakan tugas utama.

Ketua ICMI[sunting | sunting sumber]
Muktamar Tanggal Ketua terpilih Periode
Muktamar I 6-8 Desember 1990 di Kota Malang Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie 1990-1995
Muktamar II 7-9 Desember 1995 di Jakarta Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie 1995-2000
Muktamar III 9-12 November 2000 di Jakarta Adi Sasono 2000-2005
Muktamar IV 4-7 Desember 2005 di Makassar Dr. Marwah Daud Ibrahim (Presidium)
Prof. Dr. Nanat Fatah Natsir (Presidium)
Ir. M. Hatta Rajasa (Presidium)
Dr. Ir. Muslimin Nasution, APU. (Presidium)
Prof. Dr. Azyumardi Azra (Presidium)
2005-2006
2006-2007
2007-2008
2008-2009
2009-2010
Muktamar V 4-7 Desember 2010 di Bogor Dr. Ing. H. Ilham Akbar Habibie, MBA. (Presidium)
Prof. Dr. Nanat Fatah Natsir (Presidium)
Dr. Hj. Marwah Daud Ibrahim, Ph.D. (Presidium)
Drs. Priyo Budi Santoso (Presidium)
Dr. Sugiharto, SE. MBA. (Presidium)
2010-2011
2011-2012
2012-2013
2013-2014
2014-2015
BATIC[sunting | sunting sumber]
BATIC, singkatan dari Balai Jurnalistik ICMI Orwil Jawa Barat. Berdiri sejak 1 Januari 2000, dengan aktivitas utama menggelar Majelis Ta'lim Jurnalistik (Majestik) secara rutin tiga bulanan dan berfungsi memfasilitasi diklat-diklat jurnalistik dan kepenyiaran radio—menyediakan materi, silabus, dan instruktur.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]
(Indonesia) Situs web resmi
http://icmidalamberita.wordpress.com/
http://sitarlingicmi.wordpress.com/
http://icmijabar.or.id/


Handshake (Workshop Cologne '06).jpeg Artikel bertopik organisasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Kategori: Artikel yang belum dirapikan Februari 2015Organisasi Islam di IndonesiaIkatan Cendekiawan Muslim Indonesia
Menu navigasi
Buat akun baruMasuk logHalamanPembicaraanBacaSuntingSunting sumberVersi terdahulu

Halaman Utama
Perubahan terbaru
Peristiwa terkini
Halaman baru
Halaman sembarang
Komunitas
Warung Kopi
Portal komunitas
Bantuan
Wikipedia
Tentang Wikipedia
Pancapilar
Kebijakan
Menyumbang
Hubungi kami
Bak pasir
Bagikan
Facebook
Google+
Twitter
Cetak/ekspor
Buat buku
Unduh versi PDF
Versi cetak
Peralatan
Pranala balik
Perubahan terkait
Halaman istimewa
Pranala permanen
Informasi halaman
Item di Wikidata
Kutip halaman ini
Bahasa lain
English
Bahasa Melayu
Sunting interwiki
Halaman ini terakhir diubah pada 09.23, 14 Februari 2015.
Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi-BerbagiSerupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.
Kebijakan privasiTentang WikipediaPenyangkalanDevelopersTampilan selulerWikimedia Foundation Powered by MediaWiki
0 komentar

Daftar cendekiawan Muslim


Wikipedia tidak memasang iklan
Wikipedia-logo-v2.svg
Wikipedia merupakan proyek dari Yayasan Wikimedia, organisasi nirlaba yang mengedepankan penyebaran pengetahuan bebas dengan berbasis wiki. Wikimedia menggunakan donasi untuk tetap beroperasi, bukan dengan iklan.
Jika Anda melihat ada iklan di Wikipedia, itu bukan dari Wikipedia maupun Yayasan Wikimedia.
[tutup]
Daftar cendekiawan Muslim modern
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Artikel ini adalah bagian dari seri tentang:
Islam
IslamSymbol2.svg
Rukun Iman[tampilkan]
Rukun Islam[tampilkan]
Teks dan hukum[tampilkan]
Sejarah dan pemimpin[tampilkan]
Denominasi[tampilkan]
Budaya dan masyarakat[tampilkan]
Topik terkait[tampilkan]
 Portal Islam
l b s
Cendekiawan Pendidikan Islam adalah seorang sarjana Muslim dan non-Muslim yang berkarya dalam satu atau lebih bidang dalam Pendidikan Islam. "Pendidikan Islam" suatu istilah umum untuk seluruh pendidikan berhubungan dengan Islam, berhubungan terhadap Islamisasi pengetahuan dan pendidikan ekstrinsik Islam, dan juga budaya Islam.

Isi dalam daftar diikuti dengan tanggal kelahiran masing-masing, cabang Islam, negara kelahiran, bidang pendidikan, karya terkenal dan deskripsi singkat.

Daftar isi  [sembunyikan] 
1 Daftar
2 Cendekiawan Muslim
2.1 Muslim Syiah
2.1.1 Cendekiawan klasik Syiah dan revolusionaris ilmiah
2.1.2 Cendekiawan kontemporer Syiah
2.2 Sufi
3 Cendekiawan Unorthodox
4 Pindah ke Islam
5 Kontroversial
5.1 Daftar lain-lain
6 Lihat pula
7 Pranala luar
Daftar[sunting | sunting sumber]
Untuk daftar sarjana dikhususkan dalam:

Daftar penyusun Hadis
Daftar cendekiawan Muslim Sunni
Daftar cendekiawan Syiah
Dalam bidang Sufisme, lihat Daftar Sufi
Dalam bidang Sejarah Islam, lihat Daftar sejarawan Islam
Dalam bidang Filosofi Islam, lihat Daftar filsuf Islam
Dalam bidang Jurisprudensi Islam, lihat Daftar ahli hukum Islam
Dalam bidang Matematika Islam, lihat Daftar Muslim mathematicians
Dalam bidang Ilmuwan Islam, lihat Daftar ilmuwan Muslim
Dalam bidang Astronomi Islam, lihat Daftar astronom Muslim
Cendekiawan Muslim[sunting | sunting sumber]
Cendekiawan Muslim adalah yang lahir dari keluarga Muslim, atau berpindah ke Islam.

Ali bin Abu Talib - 599, Khalifah Muslim keempat, keponakan dan menantu laki-laki Nabi Terakhir, Muhammad SAW
Husain bin Ali - Putra Ali bin Abi Taalib
Ibnu Abbas - 619, Arab
Abdullah bin Masud - meninggal 652
Zaid bin Tsabit - lahir-610
Hassan Al Bashri - (642 - 728 atau 737)
Umar Bin Abdul Aziz - (682 - 720)
Abu Hanifa an-Nu'man - (699 - 767)
Malik bin Anas - (715 - 796), Al-Muwatta
Geber (Jabir bin Hayyan) - (721 - 815), Arab polymath dan bapak kimia
Muhammad bin Mūsā al-Khwārizmī (780 - 850) Astronom penduduk persia Khwarizm dan bapak aljabar
Abu Abdullah ash-Shafi'i - (767 - 820)
Ahmad bin Hanbal - (780 - 855), Musnad Ahmad bin Hanbal
Yaqub bin Ishaq al-Kindi - (801 - 873), Arab, bidang ganda
Muhammad bin Ismail al-Bukhari bin ahmad - (810 - 870), Orang Persia, Hadis, kolektor hadis Sahih Bukhari yang paling dipercaya dalam Islam
Ibnu Hisyam - (meninggal 834)
Abu Dawud as-Sidjistani, (817 - 888) (Basra), Sunan Abu Dawud, Orang Persia, Penyusun Hadis
Imam Muslim bin al-Hajjaj - (821 - 875), Sahih Muslim, , Orang Persia
At-Tirmidzi - (824 - 892), Jami at-Tirmidzi
Ibnu Majah - (824 - 887) Persia Sunan Ibnu Majah
Ibnu Qutaybah - (828-889)
Al-Nasa'i - (829 - 915) Pengumpul Hadis , Orang Persia
Ibnu Jarir al-Tabari - (838 - 923), Sunni, Orang Persia, bidang ganda, Tarikh al-Tabari/Tafsir al-Tabari
Abu al-Hasan al-Ash'ari - (874 – 936) Arab
Ahmad bin Muhammad al-Tahawi - (853 - 933) Mesir Aqidah at-Tahawiyyah
Abu Mansur Al Maturidi - meninggal 333 H / 944 M Orang Persia
Al-Farabi - (870 - 950), Orang Persia
Al-Barbahari - (meninggal 940) Cendekiawan Irak, penulis The Explanation of the Creed.
al-Tabarani - (875 - 975) al-Mu'jam al-Kabeer
Hakim al-Naisaburi - (933 - 1012/1014) Orang Persia, Mustadrak al-Hakim
Abu al-Qasim al-Zahrawi (Abulcasis) (936-1013), Psikolog Arab Andalusia dan bapak bedah modern
Ibnu al-Haytham (Alhacen) (965-1039), seorang Jenius universal Arab atau Persia, bapak optik, pelopor metode ilmiah, penemu psikofisik dan psikologi eksperimental, dan ilmuwan pertama"
Al-Mawardi (972- 1058), Arab
Ibnu Hazm - (994 – 1064), (Cordoba) Filsuf Andalusia
Al-Khatib al-Baghdadi - (1001 - 1072)
Nizam al-Mulk - (1018 – 1092) Orang Persia Siyasatnama
Al-Juwayni - (1020 - 1079), Fara'id al-Simtayn
Ali bin Tahir al-Sulami - meninggal 1106
Al-Ghazali - (1058-1111) Teolog dan filsuf Persia
Ibnu Yaḥyā al-Maghribī al-Samawʾal -( 1130-1180) The Good Jew from Morocco
Ibn Qudamah al-Maqdisi - (1147-1223) al-Mughni
Fakhr al-Din al-Razi, (1149-1209) Persia
Ali bin al-Athir - (1160 - 1233), The Complete History
Mahmud al-Alusi - (1217 - 1270), Ahli Tafsir Ruh al-Ma'ani
Sibt bin al-Jawzi - meninggal 1257
Al-Qurtubi - meninggal 1273 Tafsir al-Qurtubi Andalusia
Al-Nawawi - (1233-1278) Sharh Sahih Muslim, Riyadh as-Saaliheen, 40 Hadis Nawawi
Ibnu Taymiyyah - (1263-1328) Islam Sunni (Majmu al-Fatwa al-Kubra)
Abul Fida Ismail bin Hamwi, (1273 -1331), Sunni Shafii (?), Siria, bidang ganda, Tarikh Abul Fida
Adz-Dzahabi - (1274-1348) Talkhis al-Mustadrak
Ibnul-Qayyim al-Jauziyyah - (1292-1350) Za'ad al-Ma'ad
al-Hafizh ibnu Katsir - (1301-1373) Tafsir Ibnu Katsir
Ali bin Abu Bakar al-Haitsami - 13??, Majma al-Zawa'id
Ibnu Khaldun - (1332 - 1406), Polymath Arab, sejarawan, dan bapak demografi, historiografi, filosofi sejarah, sosiologi, dan ilmu sosial
al-Hafidh bin Rajab al-Hanbali - (1335-1392) Damaskus
Ibnu Hajar al-Asqalani - (1372-1449) Pengarang Muhaddis al-Fath al-Baari dan Bulugh al-Maram
As-Suyuti - (1445 - 1505), History of the Caliphs
Ibnu Hajar Al-Haitsami - (1525 - 1590) Al-Sawa'iq al-Muhriqah
Shah Waliullah - (1703–1762)
Ahmed Rida Khan - (1856-1921)
Muhammad bin Abdul Wahhab - (1703-1792) Islam Sunni, Najd, Arab Saudi (Usul al-Iman)
Asy-Syaukani - (1760 - 1834)
Maulana Rashid Ahmad Gangohi - (1826 – 1905)
Maulana Muhammad Qasim Nanotwi - (1832 - 1879), Pendiri Madrasah Deoband
Shams-ul-haq Azeemabadi -1857 -1911, India, Penulis Awn-ul-Mabood Sharh Sunan Abi Dawud
Shibli Nomani - (1857 - 1914)
Rasyid Ridha - (1865-1935) Orang Siria
Abdulhakim Arvasi - (1867 - 1943)
Syed Abdullah Shah Naqshbandi - 1872-1964 Sunni Muhaddis Deccan India
Badiuzzaman Said Nursi - (1877 - 1960), Cendekiawan Islam Kurdi Turki
Muhammad Iqbal - (1877-1938), penyair, filsuf dan politikus, Pakistan Inggris India
Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di - (1889-1956), penulis kitab Tafsir Al-Qur'an, Tafsir As-Sa'di.
Sayyid Abul Ala Maududi - (1903-1979) Penulis Tafhim al-Quran dan lebih lima puluh buku dalam Islam, politik dan sejarah, pendiri Jamaah Islam, Pakistan Inggris India
Amin Ahsan Islahi (1904–1997) - Penulis Tadabburi-Qur’an
Khalid Masud (1935–2003) - Penulis Hayat e Rasul e Ummi
Muhammad Metwally Al Shaarawy - (1911-1998)
Huseyin Hilmi Isik (1911-2001) - Penulis Seadet-i Ebediyye atau the Endless Bliss
Syed Abul Hasan Ali Hasani Nadwi - (1914 - 1999)
Muhammad Nashiruddin Al-Albani - (1914-1999)
Muhammad Yusuf Khandlawi - (1917 – 1965) Sunni India
Ahmed Deedat - (1918 - 2005)
Fazlur Rahman - (1919–1988) Cendekiawan Islam
Ismail Al-Faruqi - (1921 - 1986), Sunni, Palestina, filsuf
Ibnu Utsaimin - (1925 - 2001)
Maulana Shah Ahmad Noorani - (1926 - 2003) , Pakistan
Yusuf al-Qaradawi - lahir 1926
Khurshid Ahmad - lahir 1932
Ahmad Syafi'i Maarif - lahir 1935
Nurcholish Madjid - (1939 - 2005)
Fethullah Gulen - lahir 1941 Orang Turki, Cendekiawan Islam
Shaykh Abdul Hadi Palazzi - lahir 1961 Orang Italia, Cendekiawan Islam Penulis The Jewish-Moislem Dialogue and the Question of Jerusalem
Abdullah Yusuf Azzam - (1941 - 1989)
Nasr Hamid Abu Zaid - lahir 1943,
Amien Rais - lahir 1944,
Muhammad Tahir-ul-Qadri lahir 1951
Taqiuddin al-Nabhani- (1909 - 1977) Cendekiawan, Pemikir, Politikus, Pendiri Hizbut Tahrir
Imran Nazar Hosein Penulis Jerusalem in the Quran
Meer Abdullah Harun
Muhammad Taqi Usmani
Imam Tahir Anwar
Muhammad Rafi Usmani
Amir Hussain Dikenal sebagai Cendekiawan Islam dan Agama komparatif
Anwar al-awlaki
Abdurrahman As-Sudais Imam Besar Masjidil Haram, Cendekiawan Besar Arab Saudi & Dunia
Saud Asy-Syuraim Imam Masjidil Haram, Ketua Pengadilan Tinggi Makkah
Muslim Syiah[sunting | sunting sumber]
Lihat pula: Daftar Ayatullah
Lihat pula: Daftar Ayatullah Agung
Lihat pula: Daftar Cendekiawan Syiah
Cendekiawan klasik Syiah dan revolusionaris ilmiah[sunting | sunting sumber]
Abū Rayhān al-Bīrūnī (973-1048), Jenius universal Persia, bapak geodesi dan Indologi, dan "antropologis petama"
Avicenna (Ibnu Sina) (980-1037), Jenius universal Persia dan bapak pengobatan modern dan momentum
Abu Mekhnaf -Sejarawan, meninggal 157 H, 774 M - Kufi
Muhammad Ya'qub Kulainy - 950, Kitab al-Kafi
Mohammad bin Ali (ibnu-e Babuyeh) atau (Shaikh Saduq) 927/928 - (306 -381 H.)
Syeikh al-Mufid
Al-Sharif al-Radi - 970, penyusun Nahj al-Balagha
al-Sharif al-Murtada
Shaikh Tusi - Penulis Tahdhibu 'l-Ahkam dan al-Istibsar
Ahmad bin A'tham- Sejarawan Syiah
Nasir al-Din al-Tusi - 1201, Persia, bidang ganda, Zij-i ilkhani, salah satu pendiri Trigonometri.
Mulla Sadra - 1571, Syiah, Persia, Filosofi, Transcendent Theosophy, Filsuf Persia terbesar sepanjang sejarah
Mir Damad - 16?? atau 17??, Syiah, Persia, Filosofi, Taqwim al-Iman, pendiri Sekolah Isfahan
Allamah al-Majlisi, 1689, Imamiyyah Syiah, Iran, Oceans of Light (Bihar ul Anwar)
Cendekiawan kontemporer Syiah[sunting | sunting sumber]
Ayatullah al-Shirazi Agung - 1892, Imamiyyah Syiah, Iran
Allamah Tabatabaei - 1892, Imamiyyah Syiah, Iran, bidang ganda, Tafsir al-Mizan
Allamah Rashid Turabi 1908 - 1973
Allama Talib Jauhri
Ruhullah Khomeini - 1900, Imamiyyah Syiah, Iran, pemimpin spiritual dan politik Revolusi Islam 1979
Sayyed Hussein Nasr - 1933, Imamiyyah Syiah, Iran, Filosofi,
Musa al-Sadr - Diculik tahun 1978
Morteza Motahhari - 1979 Iran
Husain Muhammad Jafri - Syiah, Pakistan, Keaslian dan Pembentukan Awal Islam Syiah
Ali al-Sistani - Imamiyyah Syiah, Iran-Irak
Shaykh Ahmad-i-Ahsa'i - Syiah
Sayed Muhsin al-Hakim
Muhammad Baqir al-Hakim
Ayatullah Borujerdi Agung
Muhammad Salih al-Mazandarani - Shahr Usul al-Kafi
Muhammad al-Tijani
Ali Shariati
Haji Karim Khan dari Kirman [1]
Sayyid Kazim Rashti
Profesor Abdul Hakim
Prof.Wahid Akhtar: (1934-1996)'
Shaid Ghulam Hussain Najfi
Sufi[sunting | sunting sumber]
Rabi'ah al Adawiyyah, abad ke-8, Basra, Persia [2]
Baha-ud-Din Naqshband Bukhari, abad ke-14, Uzbekistan
Al Khakim At Termizi, abad ke-8, Uzbekistan
Khwaja Ahmad Yasavi, abad ke-12, Turkistan.
Farid al-Din Attar, Persia
Abusaeid Abolkheir, Persia
Ibnu Arabi , 1165- 1240
Mahmud Shabestari, Persia (687H.- 720H.)
Junayd Baghdadi[Persia]
Bayazid Bastami, Persia
Mansur Al-Hallaj, Persia
Abdul Qadir Jilani - Sunni Hanbali Persia
Najmeddin Kubra, Persia
Dzun-Nun al-Mishri, abad ke-9, Nubia, Mesir
Jalal al-Din Muhammad Rumi - 1207, Persia, pendiri kelompok derwishes
Al-Sakhawi, 831- 902
Nasreddin - 10?? -13??, Persia
Saadi - Persia
Dr. Ghulam Mustafa Khan Mujaddin 1400 HY 1912-2005, Asia Pakistan
Ahmed Raza Khan 1856-1920,Asia
Dr Muhammad Tahir ul-Qadri
Syed Faiz-ul Hassan Shah
Jami - 1414, Persian, bidang ganda, Diwanha-i Sehganeh, Penyair Persia terbesar dalam abad ke-15
Syed Muhammad Naquib al-Attas
Muhammad Ilyas - 1885
Qalander Ba Ba Auliya
Khwaja Shamsuddin Azeemi
Justice Shaykh Muhammad Karam Shah al-Azhari - 1918-1998, Bhera, Pakistan
Shaykh Muhammad Imdad Hussain Pirzada
Shaykh Faiz-ul-Aqtab Siddiqi Inggris
Riaz Ahmad Gohar Shahi - (1941 - 2001) , Pakistan
Zakir Naik
Ali Yafie
Cendekiawan Unorthodox[sunting | sunting sumber]
Allama Mashriqi
Muhammad Shaikh
Ghulam Ahmad Pervez
Pindah ke Islam[sunting | sunting sumber]
Roger Garaudy
Jeffrey Lang
Hamza Yusuf
Sherman Jackson
Yahya Michot
Marmaduke Pickthall -1875, Inggris, The meaning of the Holy Qur'an
Michael Wolfe
Nuh Keller
Frithjof Schuon
M. Ismail Marcinkowski
Timothy Winter
Bilal Philips
Yusuf Estes
Shaykh Hamza Yusuf
Imam Zaid Shakir - Amerika Serikat
Thomas McElwain
Abdul Ahad Davud
Muhammad Asad (Leopold Weiss lahir pada Juli 1900 di kota Lviv, sekarang di Ukraina, meninggal tahun 1992) adalah seorang Yahudi yang berpindah ke Islam.
Martin Lings
Ibnu Yaḥyā al-Maghribī al-Samawʾal
Ibnu Kammuna
Gibril Haddad
Kontroversial[sunting | sunting sumber]
Ini merupakan daftar cendekiawan saat ini dan masa lalu yang tidak dikenal sebagai Muslim oleh tendensi namun menyatakan menjadi Muslim sebagai bagian kelompok dan sekte kecil yang menyimpang dari tendensi.

Rashad Khalifa - memproklamirkan dirinya menjadi Utusan Perjanjian 3:81.
Mirza Ghulam Ahmad 1835-1908 - memproklamirkan menjadi Orang yang Dinanti (Mahdi) dan Messiah.
Daftar lain-lain[sunting | sunting sumber]
Andrew Rippin
Herbert Berg
Malise Ruthven
Richard Landes
Michael Lecker
N. Eisenstadt
Juan Cole
Martin Kramer (1954->) Israel, pendukung kuat modern, Institut Washington untuk Politik Timur Dekat, Shalem Center, Unuversitas Harvard
Cornell Fleischer - Amerika Serikat, Prof. Studi Turki Modern dan Ottoman Kanuni Sulaiman, Dept. Peradaban dan Bahasa Timur Dekat, Univ. Chicago.
Franklin Lewis - Amerika Serikat, Prof. Asosiasi Sastra dan Bahasa Persia, Dept. Peradaban dan Bahasa Timur Dekat, Univ. Chicago.
A. Holly Shissler - Amerika Serikat, pengarang, prof. Sejarah Republik Turki Awal dan Ottoman, Dept. Peradaban dan Bahasa Timur Dekat, Univ. Chicago.
John Woods, Amerika Serikat, Prof. Sejarah Asia Tengah dan Iran, Dept. Peradaban dan Bahasa Timur Dekat, Univ. Chicago.
Mircea Eliade
Wilfred Thesiger (1910-2003) Inggris, lahir dan tinggal di Ethiopia; Arabian Sands (New York 1959), eksplorasi pada akhir 1940-an dari "empty quarter" Ar-Rab' Al-Khali; The Marsh Arabs (London 1964), pada orang pedesaan bagian selatan Irak.
Richard Burton (1821-1890) Inggris, Personal Narrative of a Pilgrimage to al-Madinah and Mecca (2 vol., 1855).
Akbar [Jalaluddin Muhammad Akbar] (1542-1605) Kerajaan Mughul, penemu halaman keagamaan, Din-i-Ilahi, yang diperoleh dari Islam dan Hinduisme.
Ram Mohan Roy [Raja Ram Mohun Roy] (1772–1833), India (Kalkuta, Bengal), jurnalis awal, reformer penyebaran agama dan sosial, pendiri Brahmo Samaj, Tuhfat-ul-Muwahhidin [Hadiah Unitarian] miliknya (1803-1804), buku ini diminati Orang Persia, seperti, kesatuan agama.
Báb [Sayyid Ali Muhammad] (1819-1850) Iran, memproklamirkan masa kenabian, memulai kepercayaan baru dan diawali dia menolah Islam
Elijah Muhammad [Elijah Poole] (1897-1975) Memulai pergerakan Bangsa Islam dan memproklamirkan masa kenabian
Salah S. Ali, Budaya dan Pendidikan Islam Komperatif, Universitas Mosul, dan Universitas H.I.A. . College, Kristiansand, Norwegia.
Dr. Ian K. A. Howard
H. A. R. Gibb
Betty Kelen - Muhammad, The Messenger of God
Srđa Trifković, Sejarawan Amerika, jurnalis dan analis politik, penulis The Sword of the Prophet yang laris, yaitu sebuah penelitian pengajaran dan sejarah Islam
Daniel Pipes, Sejarawan Amerika dan analis konter terorisme yang mengkhususkan di Timur Tengah. Dia talah menulis atau menulis bersama 18 buku.
Ibn Atha'illah , Al-Hikam

Lihat pula[sunting | sunting sumber]
Daftar umat Muslim
Ulama - Komunitas cendekiawan legal
Komite Permanen Sarjana terhadap Riset dan Fatwa
Mullah
Daftar Da'i
Muslim Barat
Daftar orang yang pindah ke Islam
Daftar orang menurut kepercayaan
Daftar ilmuwan Arab
Daftar ilmuwan Iran
Filosofi Islam
Pendidikan Islam
Filosofi Islam awal
Daftar perjuang Muslim
Daftar Marja
Daftar Ayatullah
Daftar penyair dan penulis Muslim
Daftar pelukis Muslim
Rohaniwan komparatif Muslim
Pramuria Muslim
Daftar prajurit Muslim
Daftar Dinasti Muslim
Daftar Sufi terkenal
Doktor Muslim
Daftar topik yang berhubungan dengan Islam dan Muslim
Salah S. Ali: Sarjana dalam dalam Ajaran Islam dan Budaya Komparatif, Universitas Mosul dan Perguruan Tinggi Universitas HIA di Kristiansand, Norwegia

Pranala luar[sunting | sunting sumber]
Alfonso X el sabio, Escuela de Traductores in English
List of Muslim scholars
Allah-green.svg Artikel bertopik Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Kategori: Daftar teologis dan sarjana keagamaanDaftar bertopik IslamCendekiawan Muslim
Menu navigasi
Buat akun baruMasuk logHalamanPembicaraanBacaSuntingSunting sumberVersi terdahulu

Halaman Utama
Perubahan terbaru
Peristiwa terkini
Halaman baru
Halaman sembarang
Komunitas
Warung Kopi
Portal komunitas
Bantuan
Wikipedia
Tentang Wikipedia
Pancapilar
Kebijakan
Menyumbang
Hubungi kami
Bak pasir
Bagikan
Facebook
Google+
Twitter
Cetak/ekspor
Buat buku
Unduh versi PDF
Versi cetak
Peralatan
Pranala balik
Perubahan terkait
Halaman istimewa
Pranala permanen
Informasi halaman
Item di Wikidata
Kutip halaman ini
Bahasa lain
العربية
English
Қазақша
Bahasa Melayu
中文
Sunting interwiki
Halaman ini terakhir diubah pada 05.12, 29 Mei 2014.
Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi-BerbagiSerupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.
Kebijakan privasiTentang WikipediaPenyangkalanDevelopersTampilan selulerWikimedia Foundation Powered by MediaWiki
0 komentar

Daftar cendekiawan Muslim

Daftar cendekiawan Muslim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

 modern

Cendekiawan Pendidikan Islam adalah seorang sarjana Muslim dan non-Muslim yang berkarya dalam satu atau lebih bidang dalam Pendidikan Islam. "Pendidikan Islam" suatu istilah umum untuk seluruh pendidikan berhubungan dengan Islam, berhubungan terhadap Islamisasi pengetahuan dan pendidikan ekstrinsik Islam, dan juga budaya Islam.
Isi dalam daftar diikuti dengan tanggal kelahiran masing-masing, cabang Islam, negara kelahiran, bidang pendidikan, karya terkenal dan deskripsi singkat.

Thursday, 5 February 2015 0 komentar

SEMUA KEBINGUNGANMU ADA DISINI :D

SEMUA KEBINGUNGANMU ADA DISINI :D

November 28, 2014 at 8:20pm
orang yang ikhlas dan hanya mengharap rido Alloh itu tidak tumbang saat dicaci lawan, tidak terbang saat dipuji kawan.. karena dia tahu pujian hanya milih Alloh, dan yang dia harap hanya rido Alloh dan bukan manusia atau mahluk.. dan apakah pujian dari Alloh bisa juga diwakili oleh mahluknya? Dan apakah cacian Alloh juga bisa diwakili mahluknya? #apakah kita sudah sampai pada tingkatan ini?? Aku pun tidak tahu, dan masih berusahaorang yang ikhlas dan sejati tak perlu penghargaan, motivasi, dorongan dari mahluk dan manusia... dia akan selalu bergerak walau tak ada yang mendukung dan berdiri sendirian menghadapi lawanada yang bilang agama itu masa lalu, etika itu masa lalu, sekarang zaman sains dan teknologi. sesuatu harus real, terlihat, objektif dan di observasi, di akui, di rundingkan.... Ntahlah, saya kira agama, sains, filsafat, etika, estetika, alam, masih sangat diperlukan.. tak ada yang harus terlalu di tingkatkan walau sains dan teknologi perlu untuk membuat hidup kita menjadi lebih mudah, tetap saja agama, akhirat, etika, estetika dan alam masih sangat diperlukanada yang bilang untuk selamat di dunia dan akhirat itu harus beragama Islam, ada yang bilang yg benar itu agama Kristen, Budha juga berkata ada jalan untuk menghilangkan dukka dan mencapai kebahagiaan, setiap agama berkata mereka jalan yang benar dan harus ditempuh jika ingin selamat, sesuai agama, kepercayaan dan kitabnya... Ntahlah, saya kira penerapan secara langsung dilapangan, kesejahteraan, kemakmuran, beretika yang baik, berperilaku yang baik itu lebih baik... untuk membuat dunia ini aman, damai, tenang, dan sejahtera sampai datang kiamat... Tapi Ntahlah, setiap orang berbeda-beda dengan pengalaman dan pemikirannya..ada yang bilang kesukesesan itu ketika kebutuhan kita semua terpenuhi, bisa membeli mobil, motor, rumah, istri dsb, ada juga yang bilang kaya hati, saat kita bisa mensyukuri semua yang ada di dunia ini, ada yang bilang kaya dan sukses itu ketika terpenuhi kebutuhan rohani dan jasmani, dan bahagia itu ketika bahagia di dunia akhirat, atau akhirat saja, atau dunia saja... Ntahlah, apa itu kesuksesan... setiap orang terus menuju yang maha sempurna dan salah satu sifat manusia tidak pernah merasa puass... tapi karena harapan, target, dan kemauan itu manusia punya semangat untuk hidupada yang bilang Tuhan itu maha esa, ada yang bilang Tuhan itu maha sempurna, maha tinggi, maha pencipta, terserahlah kalian mau mendefenisikan Tuhan secara apapun, dengan sifat apapun... itu tidak akan pernah merusak n mencederai Tuhan, Tuhan itu kebenaran universal... silahkan kalian mengkonsepkan, mendefenisikan Tuhan, mendekati Tuhan dengan cara kalian masing-masing. tanpa harus mengajak orang lain atau memaksakan agama, kepercayaan, pemahaman, kepada orang lain... Ntahlah,Aku sih tetap percaya Tuhan, dan percaya ada kekuatan diluar kekuatan diriku n alam ini, terserah apapun konsep dan definisi kalian pada Tuhan, it's no big deal
0 komentar

PARTAI ISLAM, PEMIMPIN ISLAM MALAH TERSANGKA KORUPSI? YANG SALAH KONSEP ISLAM ATAU ORANGNYA?

PARTAI ISLAM, PEMIMPIN ISLAM MALAH TERSANGKA KORUPSI? YANG SALAH KONSEP ISLAM ATAU ORANGNYA?

December 17, 2014 at 7:04pm
PARTAI ISLAM, PEMIMPIN ISLAM MALAH TERSANGKA KORUPSI?
YANG SALAH KONSEP ISLAM ATAU ORANGNYA?

Indonesia mempunyai banyak pemimpin agama, khususnya adalah agama Islam dan mempunyai banyak partai Islam seperti PPP, PKB, PBNU, PAN, PKS dan partai-partai Islam lainnya. Mereka membawa mazhab dan ideologi yang berbeda contohnya PAN lebih ke organisasi Muhammadiyah, PKS lebih ke Wahabi, PBNU lebih ke Nahdatul Ulama, PKB lebih ke sunni dan tokoh yang tekenal dari PKB adalah Gusdur. Walau memang kenyataan di lapangan tidak semua partai PBNU adalah Nahdatululama atau partai yang lain juga tidak semuanya bermazhab sama.
Seharusnya Indonesia yang mayoritas agama Islam harusnya mengamalkan ajaran Islam yang banyak ketimbang negara-negara yang mayoritas Islamnya sedikit, kenyataan lain banyak pemimpin agama dan Pemimpin partai Islam tejebak dalam jebakan kasus korupsi, apakah ini benar atau jebakan dari media saja, jika kebakan dari media sepertinya terlalu jauh kalau kita berpikir kesana. Salah satu contohnya yang sudah adalah korupsi Sapi oleh PKS, korupsi dana haji oleh Menteri Agama dengan partai PPP.
Jakarta - Mengacu pada perjalanan biologis partai-partai yang perolehan suaranya lolos parliementary threshold pada Pemilu 2009, kita bisa membelah tipologi partai politik di Indonesia menjadi dua golongan utama. Kelompok pertama adalah kumpulan partai politik yang suaranya terus tumbuh dari satu pemilu ke pemilu berikutnya. Sementara kelompok kedua adalah kumpulan partai politik yang suaranya terus menipis dari waktu ke waktu.Untuk golongan pertama, hanya ada dua partai politik, yaitu Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai Demokrat, saat pertama kali ikut pemilu pada 2004 langsung dapat merangsek dengan perolehan suara 7,45%. Bahkan pada Pemilu 2009, Partai Demokrat malah menjadi pemenang pemilu dengan perolehan suara sebesar 20,85%.

            Begitu pula dengan PKS. Pada pemilu pertamanya di tahun 1999, kala itu masih bernama Partai Keadilan (PK), mendapatkan suara sebesar 1,36%. Pada pemilu 2004, PK yang sudah berganti nama menjadi PKS memperolehan suara 7,34%. Pada pemilu 2009, meski tak banyak, perolehan suara PKS tetap naik menjadi 7,88%. [1]
Kenyataanya sekarang adalah bahwa partai Islam kurang populer dan kurang dihargai lagi oleh masyarakat, karena mau partai Islam ataupun partai nasional atau partai yang lainnya, masyarakat sudah muak dan ingin mendapatkan keadilan sosial dan kejesehateraan bukan hanya bicara dan janji tapi mereka membutuhkan bukti, masyarakat sekarang udah mulai pintar meskipun Jokowi bukan berasal dari partai Islam yaitu PDI-P tapi masyarakat sekarang mulai melihat orang dan track record dari orangnya bukan dari partainya, mau Islam, mau bukan Islam, mau indepent ( tanpa partai) , yang penting bekerja untuk kepentingan masyarakat. Rakyat pasti akan memilih orang itu. Bukan karena ada tulisan Islamnya sehingga masyarakat memilih orang dengan kata Islamnya.












[1] http://news.detik.com/read/2013/05/27/113913/2256501/103/menerawang-nasib-partai-islam-di-pemilu-2014
0 komentar

WAJAH FILSAFAT DI INDONESIA

WAJAH FILSAFAT DI INDONESIA

December 17, 2014 at 7:05pm
WAJAH FILSAFAT DI INDONESIA

Pernahkah anda bertanya dalam hati, apa tujuan hidup ini? Atau mengajukan pertanyaan, mengapa saya ada? Memang, agama memberikan jawaban. Namun, apakah anda puas dengan jawaban yang diberikan agama?
Jika berkata filsafat, pikiran masyarakat tentang filsafat adalah sangat tidak bagus, yang mereka tahu tentang filsafat adalah sesat, filsafat tidak beragama, jangan belajar filsafat karena masa depannya tidak jelas, filsafat hanya membuat pusing, jangan habiskan waktu untuk belajar sesuatu yang tidak bermanfaat yaitu filsafat, sudah saja belajar agama yang benar dan baik jangan ikut-ikutan filsafat, memang pernyataan masyarakat mengenai filsafat tidak seluruhnya benar. Masyarakat perlu tahu bahwa filsafat itu tidak melulu belajar tentang Tuhan, atau menjadi atheis(  tidak beragama), bagi filsafat barat mungkin hal itu terjadi, namun bagi filsafat Islam hal itu tidak demikian adanya karena filsafat Islam membuat kita semakin tahu hakikat hidup, semakin tahu Tuhan, dan hidup ini bukan hanya sekedar hidup, namun ada makna dan misi yang di tanggung kita selaku manusia dan filsuf.
Jika belajar kepada masa lalu filsafat memang mempunyai peran yang penting dalam membangun pondasi agama, sains dan kemajuan suatu bangsa, pada zaman sekarang pun filsafat sangat diperlukan, apalagi negara-negara yang terus berkembang dan maju tetap mengembangkan filsafat ini.
Jika anda tidak puas dengan jawaban dari agama, ataupun dari tradisi anda, maka belajar filsafat adalah sesuatu yang mesti anda lakukan. Setidaknya dengan mempelajari filsafat, anda bisa menemukan metode yang lebih tepat untuk memahami dan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar tersebut.
Berpikir
Filsafat, pada hemat saya, bukan sekedar merupakan mata kuliah. Filsafat adalah suatu tindakan, suatu aktivitas. Filsafat adalah aktivitas untuk berpikir secara mendalam tentang pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidup manusia (apa tujuan hidup, apakah Tuhan ada, bagaimana menata organisasi dan masyarakat, serta bagaimana hidup yang baik), dan mencoba menjawabnya secara rasional, kritis, dan sistematis.
Untuk catatan, filsafat sudah ada lebih dari 2000 tahun, dan belum bisa (tidak akan pernah bisa) memberikan jawaban yang pasti dan mutlak, karena filsafat tidak memberikan jawaban mutlak, melainkan menawarkan alternatif cara berpikir.[1]
Di Indonesia sendiri memang untuk pekerjaan yang cocok untuk filsafat sangat sedikit, tapi bukan tidak ada. Contohnya kita bisa menjadi reporter, wartawan, Ulama, Dosen, Guru, peneliti, Bisnismen, dan sebagainya.
Filsafat memang pada dasarnya adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat hidup, dan bagaimana agar hidup ini berarti dan mempunyai makna disetiap detik nafasnya, kita tahu darimana kita, sedang dimana kita, dan akan kemana kita. Pekerjaan bagi filsafat juga tidak begitu buruk, selama kita berusah Alloh pasti akan memberikan jalan yang terbaik bagi hambanya. Belajar filsafat tidak sia-sia, dan belajar filsafat bisa kerja, menghasilkan uang banyak, hidup yang lebih bermakna dan bijaksana, karena minimal kita sudah tahu sedikit tentang seluk- beluk hidup ini.


Wassalamualaikum...




[1] http://rumahfilsafat.com/mengapa-kita-perlu-belajar-filsafat1/
 
;